Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-16 01:54:21【Resep】822 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(621)
Artikel Terkait
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Bupati Banyuwangi ingatkan SPPG utamakan kualitas makanan program MBG
- NasDem gelar program kesehatan masyarakat demi cipngakan SDM sehat
- Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Kemenperin picu kemandirian industri lewat Pameran Industri Agro 2025
- Kenali stroke ringan dan tanda
- Ini 11 penyakit yang dinyangakan ngak lolos syarat kesehatan jamaah haji
- Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
- Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG

Kalbe ajak masyarakat kelola gula darah dengan metode 5 J

Pemkab Tolitoli tetapkan status tanggap darurat banjir

Menyantap makan malam sambil jelajahi wahana berhantu

Pemerintah perkuat tata kelola Program MBG lewat tim koordinasi khusus

Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal

Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian

Sompo Insurance dukung UMKM lewat perlindungan kesehatan masyarakat